Center of Eastern Indonesian Studies (CEIS)
CEIS Center of Eastern Indonesian Studies (CEIS)
Kembali ke Berita

Milad ke-4 Kopityang: Dari Tujuh Sekawan, untuk Semua Kalangan

19 September 2026 Miptah Berita

Suasana family gathering Milad ke-4 Kopityang bersama keluarga besar dan para pelanggan. Mataram (16/09/26) Foto:Miptah

Malam itu, Kopityang tidak seperti biasanya. Meja meja kayu yang biasa dipakai pelanggan untuk bekerja atau nongkrong, digeser sedikit ke pinggir. Di tengahnya, keluarga besar para pendiri dan sejumlah pelanggan setia duduk bersama. Tidak ada panggung, tidak ada acara formal. Hanya makan bersama, bercerita, dan sesekali tertawa lepas.

Kopityang baru saja genap berusia empat tahun. Perayaan sederhana ini jadi cara mereka menutup perjalanan setahun, sekaligus mengucap syukur karena masih bertahan sejak pertama kali dibuka pertengahan 2022.

Tujuh Orang, Satu Tujuan

Kopityang tidak dibangun oleh satu orang. Ada tujuh sekawan yang sepakat membangun tempat ini. Latar belakang mereka berbeda-beda, tapi tujuan mereka satu, yakni membuat tempat nongkrong yang nyaman untuk semua kalangan, terutama anak muda.

“Kami saling percaya kemampuan masing-masing. Meski kami tidak memiliki target yang jelas terukur, intinya kami saling percaya satu sama lain,” ujar Bang Yos, salah satu pemilik Kopityang.

Tidak ada target bisnis yang rumit saat dimulai. Mereka hanya percaya satu sama lain, dan itu cukup untuk membuat Kopityang berjalan sampai sekarang.

Senja yang Menyenangkan

Kopityang berdiri di kawasan Cakranegara, tepat di antara pasar tradisional dan bangunan kuno yang sudah lama ada di sana. Lokasinya tidak jauh dari keramaian kota.

Siang hari, warung ini biasanya lengang. Tapi begitu sore menjelang malam, suasana berubah. Anak muda mulai berdatangan. Ada yang nongkrong, ketemu kawan, ngomongin bisnis, mengerjakan tugas, sampai menyelesaikan pekerjaan kantor.

Yang datang juga beragam. Pegawai swasta, pelajar, pengusaha, profesional, bahkan kalangan birokrat. Semua duduk di meja yang sama, tanpa sekat. Kopi saring jadi menu andalan yang paling sering dipesan.

Pelanggan yang Kini Disebut Keluarga

Empat tahun berjalan, para pendiri Kopityang tidak terlalu memikirkan angka. Yang lebih penting bagi mereka adalah hubungan yang terbangun dengan orang-orang yang datang. 

“Para pengunjung yang datang ke sini tidak datang sebagai pengunjung saja, tetapi menjadi keluarga,” kata Bang Yos.

Harapan itu terlihat malam itu. Pelanggan lama duduk bersama para pendiri, bercerita seperti kawan lama. Tidak ada jarak antara pemilik dan pengunjung. Dari tujuh sekawan yang saling percaya, Kopityang tumbuh menjadi tempat terbuka untuk semua kalangan. Kopityang bukan hanya warung kopi biasa, tapi tempat pulang bagi siapa saja yang ingin menikmati kopi dan suasana yang hangat. 

Bagikan Berita Ini: